Pages

Minggu, 30 November 2014

Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990

“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja” (Dilan 1990)“Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang.” (Dilan 1990)“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.” (Dilan 1990)Saat membaca kutipan diatas semua pasti tahu kalo novel yang akan saya review ini adalah novel romantis atau percintaan, saya sebenarnya kurang suka dengan novel percintaan, tapi berbeda untuk novel yang satu ini, ingin tahu alasannya? Silahkan baca reviewnya berikut:

Dilan adalah novel karya Pidi Baiq yang baru saja diterbitkan pada bulan april 2014, Novel ini menceritakan tentang romantisme seorang pria bernama dilan yang mencoba mendapatkan hati seorang perempuan bernama milea dengan cara - cara yang sangat unik dan tidak biasa, contohnya saat pertama kali dilan bertemu milea bukannya diajak berkenalan justru malah meramal milea akan bertemu dengannya dikantin, dilan selalu mengirimkan cokelat lewat tukang koran, tukang post sampai petugas PLN yang menurut milea unik dan romantis karena seolah olah dilan mengajak orang orang bersekongkol untuk membuatnya bahagia, saat milea sakit dilan justru mengirimkan tukang urut bukannya mengirim buah atau bunga, saat milea ultah dilan memberinya kado berupa TTS yang sudah di isi semua oleh dilan karena tidak ingin milea pusing saat mengisinya. Dan masih banyak lagi cara - cara unik dan misterius khas dilan dalam mencoba membuat milea jatuh cinta kepadanya.
Novel ini adalah novel yang sederhana, dengan dialog penuh humor khasnya, pidi baiq baik berhasil meciptakan sebuah cerita cinta yang tidak muluk muluk tapi mampu membuat siapapun yang membaca menjadi penuh tawa, terharu sekaligus bahagia. Meskipun bercerita mengenai usaha seorang cowok untuk mendapatkan gadis impiannya, novel ini tidak terkesan narsis karena menggunakan milea sebagai point of viewnya, alur ceritanya mengalir melalui kenangan milea akan sosok dilan yang dikenalnya ditahun 1990 sehingga penceritaannya bisa terasa tulus dan tidak mengada - ada. Setting ceritanya pun tidak banyak, hanya terbatas pada sekolah dengan detail, kelas, kantin, warung bi eem, kemudian jalan dikota bandung, rumah milea, dan rumah dilan.
Novel ini juga menyisipkan kalimat kalimat sederhana namun romantis yang mungkin bisa digunakan para cowok untuk mendekati gadis pujaannya :D , contohnya seperti berikut :
————————————
“…Kenapa mikirin aku?”“Aku hanya mikir yang senang-senang.”“Kamu senang mikirin aku”“Malah bingung, sih.”“Bingungnya?”“Bingung bagaimana kuhentikan.”———————————
“Cemburu gak?”“Jangan. Nanti kamu repot.”—————————————-
“…jangan rindu.”“Kenapa?”“Berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja.”——————————————————


 

Membaca cerita ini mengingatkan kita pada masa masa SMA, mengingatkan tentang cinta monyet atau cinta pertama sewaktu masih muda, Sampul novelnya unik berwarna biru pastel dan didalamnya ada gambar ilustrasi para tokohnya, novelnya juga tidak terlalu tebal ,saya sendiri membaca novel ini sekali duduk, hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam karena memang ceritanya unik dan bisa buat kita tidak ingin berhenti membaca sampai selesai. Novel ini sangat recomended buat yang bosan dengan novel percintaan termehek mehek dan lebay. Novel yang sederhana namun manis. Novel ini mendapat total rating 4.31/5 dan sudah banyak di review di situs goodreads.com bahkan kabarnya novel ini sudah sold out diberbagai toko buku.
Sayangnya ending novel ini masih bersambung, tapi akan buku lanjutannya.Saya mendoakan semoa ayah pidi baiq segera bisa menerbitkan kelanjutan bukunya, ditunggu sekali.


Sabtu, 29 November 2014

Nothing Last Forever - Maroon 5

It is so easy to see
Dysfunction between you and me


We must free up these tired souls

Before the sadness kills us both




I tried and tried to let you know

I love you but I'm letting go

It may not last but I don't know
Just don't know


If you don't know

Then you can't care

And you show up
But you're not there
But I'm waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you



Everyday

With every worthless word we get more far away

The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way



A bed that's warm with memories

Can heal us temporarily

But misbehaving only makes
The ditch between us so damn deep



Built a wall around my heart

I’ll never let it fall apart

Strangely I wish secretly
It would fall down while I'm asleep



If you don't know

Then you can't care

And you show up
But you're not there
But I'm waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you, babe



Everyday

With every worthless word we get more far away

The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way



Though we have not hit the ground

It doesn't mean we're not still falling,

Oh I want so bad to pick you up
But you're still too reluctant to accept my help
What a shame, I hope you find somewhere to place the blame
But until then the fact remains



Everyday

With every worthless word we get more far away

The distance between us makes it so hard to stay
Nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way



Everyday

With every worthless word we get more far away

The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way

P.S I Love You

    

      Sekarang gue bakal bahas salah satu film favorit gue, eveeeer. Judulnya P.S I Love You. Kalo kata gue scene yang paling berkesan adalah pas Holly disuruh karaoke padahal dia tuh benci banget sama karaoke, gara-gara kakinya pernah kebelit kabel terus jatoh dari panggung-__-. Tapi pas karaoke karena permintaaan Gerry, yang dia liat di kursi penonton ya cuma si Gerry. Aaaaa so sweet. 
       Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang dikarang oleh Cecelia Ahern putri dari Bertie Ahern, Perdana Menteri Irlandia saat ini. Tokoh utama film ini dipercayakan pada peraih 2 Oscar, Hilary Swank, sebagai Holly, wanita yang ditinggal mati suami tercinta, Gerry (Gerard Butler).
          Gerry yang berkebangsaan Irlandia adalah segalanya bagi Holly. Mereka bertemu saat Holly sedang ikut rombongan wisata kampus ke Irlandia. Pertemuan itu berlanjut ke pernikahan yang sangat bahagia. Sayang kebahagiaan mereka tidak seperti dongeng, yang berlangsung selamanya. Tumor otak yang diderita Gerry memisahkan mereka berdua.
        Kepergian Gerry menjadi hal terberat yang harus diterima Holly. Dunia Holly seakan runtuh, belahan jiwanya telah pergi. Dia mengurung diri selama berminggu-minggu, menjadi sosok perempuan lemah, penyendiri, menyesali kehidupan dan tanpa aktivitas yang berguna, tak mengurus dirinya juga apartemennya.
         Sampai pada hari ulang tahunnya yang ke-30. Hari itu, ibu (Kathy Bates) dan kedua sahabatnya, Denise (Lisa Kudrow) dan Sharon (Gina Gershon) mendatangi Holly yang berada dalam keadaan menyedihkan di apartemennya yang kotor.
        Tak hanya ibu dan kedua sahabatnya, Gerry pun hadir. Tak lagi berwujud raga, Gerry hadir dalam bentuk tape recorder dan sebuah kue ulang tahun. Sebelum meninggal Gerry ternyata telah menyiapkan segalanya. Dari rekaman tersebut Gerry meminta Holly untuk keluar merayakan ulang tahunnya agar tidak murung terus. Gerry juga menyatakan akan menyurati Holly setiap bulannya. Surat-surat itu berisi 'tugas-tugas' dari Gerry yang harus dilakukan Holly.
            Melalui surat-surat ini Gerry seperti membimbing Holly agar ia dapat lebih percaya diri dan membantunya untuk menata kembali kehidupannya. Dalam setiap akhir suratnya, Gerry selalu menyertakan: P.S I Love You. Dari sudut pandang Holly, kehadiran Gerry seperti benar-benar nyata tak hanya berwujud kata-kata.
        Surat-surat Gerry juga mengantarkan Holly pada petualangan bersama kedua sahabatnya. Pengalaman menyentuh, menarik, memalukan menyertai perjalanan mereka. Tak hanya itu, perjalanan tersebut juga mengantarkan Holly pada kehidupan Gerry di Irlandia.
             Perjalanan-perjalanan itu memberikan hikmah besar pada diri Holly. Dari sanalah Holly menemukan ulang arti tentang pernikahan, persahabatan, dan bagaimana cinta yang begitu kuat dapat mengubah kematian menjadi awal dari kehidupan yang baru.
Film garapan sutradara Richard LaGravenese ini berhasil membuat film yang seharusnya sedih menjadi lebih ringan dengan banyaknya selipan humor. Tak hanya itu, ia juga berhasil membuat penggambaran sempurna tentang keindahan alam Irlandia. Penggambaran karakter tokoh-tokohnya pun sangat kuat. Ditunjang pula dengan kemampuan akting kelas wahid para aktor/aktrisnya.
           Yang paling berkesan adalah upaya Gerry (melalui surat-suratnya) untuk menyadarkan Holly bahwa sendirian atau bersama orang lain, setiap orang harus melanjutkan hidupnya. Apalagi Gerry melakukannya dengan cara yang elegan, tak memaksa ataupun menggurui. Hal ini pun bisa menjadi nasehat berharga bagi orang yang baru saja kehilangan atau berpisah dari orang yang dicintai. Film yang sangat sesuai pula ditonton oleh pasangan yang sedang dilanda masalah, untuk mengingatkan kembali kekuatan cinta yang dulu pernah menyatukan mereka. (kpl/lin).
Sumber : kapanlagi.com

Rabu, 12 November 2014

Resensi Novel di bawah Lindungan Ka'bah



Kelompok 9 :
1. Andhisa Gita P
2. Ayunnisa Azharika
3. Hanna Primastuti
4. Intan Deviana
5. Rudi Winarno

Di bawah Lindungan Ka'bah
 
1. Identitas Buku
Judul Buku     : Di Bawah Lindungan Ka’bah
Penulis           : Prof. DR. (Buya) Hamka
Penerbit          : PT. Bulan Bintang
Tahun Terbit  : Jumadil Awal 1422 / Agustus 2001
Cetakan Ke    : 25
Tebal Buku    : 80 halaman
Kategori         : Novel Sastra

2. Biografi Penulis

      Haji Abdul Malik Karim Amrulloh, atau lebih kita kenal dengan julukan Buya HAMKA atau HAMKA (yang merupakan singkatan namanya), lahir pada tahun 1908, di desa kampong molek, Meninjau, Sumatra Barat dan meninggal di Jakarta pada tanggal 24 juli 1981. Beliau adalah sastrawan Indonesia sekaligus ulama dan aktivis politik.
      Di bawah lindungan ka’bah merupakan novel/buku karangan beliau yang ke 13 (1936), yang diterbitkan oleh PT. Bulan Bintang dengan ketebalan buku yaitu 80 halaman.

3. Sinopsis
Tokoh-tokoh :
Hamid : Pemuda yang berbudi luhur dan taat beragama. Ia adalah seorang anak yatim dari sebuah keluarga miskin. Ia diangkat anak oleh Haji Jafar.
Haji Jafar : Seorang saudagar kaya raya yang berhati mulia.
Asiah : Istri Haji Jafar. Ia sangat berbudi luhur.
Zaenab : Anak gadis Haji Jafar. Ia adalah gadis yang berhati mulia, taat kepada kedua orang tuanya, dan selalu menjalankan perintah agama.
Rosna : Teman sepermainan dan sahabat kental Zaenab. Dia juga berbudi luhur dan taat kepada ajaran agama.
Saleh : Sahabat karib Hamid yang berbudi luhur dan taat beragama. Dialah suami Rosna.

Alkisah…

Hamid adalah seorang anak yatim yang miskin. Dia diangkat anak oleh keluarga Haji Jafar yang kaya raya. Perhatian Haji Jafar dan istrinya, Aisah, terhadap pemuda itu sangat baik. Mereka menganggap Hamid seperti anak mereka sendiri. Mereka sangat menyayanginya sebab pemuda itu sangat rajin, sopan, berbudi luhur, dan taat beragama. Mereka juga menyekolahkan Hamid di sekolah rendah bersama-sama anak kandung mereka, Zaenab
Hamid telah menganggap Zaenab sebagai adik kandungnya sendiri. Ia sangat menyayangi gadis itu dan selalu berusaha melindunginya. Begitu pula halnya dengan Zaenab. Ia pun menganggap Hamid seperti kakak kandungnya. Ia banyak menggunakan waktunya untuk bersama-sama dengan Hamid. Karena bersekolah ditempat yang sama, keduanya sering pergi dan bermain bersama. Ketika mereka beranjak remaja, dalam hati mereka mulai tumbuh perasaan lain, suatu perasaan yang belum mereka rasakan sebelumnya. Hamid merasa bahwa rasa sayang terhadap Zaenab bukan lagi perasaan sayang kepada adiknya. Demikian pula halnya dengan Zaenab.
Setelah tamat dari sekolah rendah, Hamid melanjutkan sekolah ke Padang Panjang, sedangkan Zaenab tidak melanjutkan sekolahnya. Pada masa tersebut, wanita yang telah menamatkan sekolah rendah tidak boleh meneruskan sekolahnya. Mereka dipingit oleh orang tuanya untuk kemudian dinikahkan dengan pilihan orang tuanya. Demikian dengan Zaenab, ia pun dipingit oleh kedua orang tuanya. Maka, dengan berat hati, Hamid meninggalkan gadis itu.
Selama di Padang Panjang, pemuda itu semakin menyadari perasaan cintanya terhadap Zaenab. Perasaan rindu hendak bertemu dengan gadis itu semakin hari semakin menyiksa dirinya. Ia ingin selalu berada didekatnya. Namun, ia tidak berani mengutarakan perasaan hatinya. Ia menyadari adanya jurang pemisah yang sangat dalam diantara mereka. Zaenab berasal dari keluarga berada dan terpandang, sedangkan dia hanya berasal dati keluarga miskin. Itulah sebabnya, rasa cinta yang bergelora terhadap Zaenab hanya dipendam saja.
Hamid benar-benar harus menguburkan perasaan cintanya kepada Zaenab ketika Haji Jafar, ayah Zaenab yang sekaligus ayah angkatnya, meninggal dunia. Tidak lama kemudian , ibu kandungnya pun meninggal dunia. betapa pilu hatinya ditinggalkan oleh kedua orang yang sangat dicintainya. Kini dia merasa hidup sebatang kara. Ia merasa tidak lebih sebagai pemuda yatim piatu yang miskin. Sejak kematian ayah angkatnya, Hamid tidak dapat menemui Zaenab lagi karena gadis itu telah dipingit ketat oleh mamaknya.

Hati Hamid semakin hancur ketika ia mengetahui bahwa mamaknya, Asiah, akan menjodohkan Zaenab dengan seorang pemuda yang memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum ayah angkatnya. Bahkan, Mak Asiah menyuruh Hamid untuk membujuk Zaenab agar gadis itu menerima pemuda pilihan ibunya sebagai calon suaminya. Betapa hancur hati Hamid menerima kenyataan itu. Cinta kasihnya kepada gadis pujaan hatinya tidak akan pernah tercapai.

Dengan berat hati, Hamid menuruti kehendak Mak Asiah. Dia menemui Zaenab dan membujuk gadis itu agar menerima pemuda pilihan mamaknya. Menerima kenyataan tersebut, hati Zaenab menjadi sangat sedih. Dalam hatinya, ia ingin menolak kehenadak mamaknya, namun ia tidak mampu melakukakanya. Maka, dengan sangat terpaksa,ia menerima pemuda pilihan orang tuanya.
Setelah kajadian itu, Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya. Ia tidak sanggup menanggung beban yang begitu berat. Itulah sebabnya, dia meninggalkan Zaenab dan pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, dia menulis surat kepada Zaenab. Dalam suratnya, dia mencurahkan isi hatinya kepada gadis itu. Dari Medan, Hamid melanjutkan perjalanan menuju Singapura. kemudian , dia pergi ke tanah suci Mekkah.
Betapa sedih dan hancurnya hati Zaenab ketika ia menerima surat dari Hamid. Gadis itu merasa tersiksa karena ia pun mencintai Hamid. Ia sangat merindukan pemuda itu. Namun, ia harus melupakan cintanya karena mamaknya telah menjodohkan dirinya dengan pemuda lain. Karena selalu dirundung kesedihan, Zaenab menjadi sering sakit-sakitan dan ia kehilangan semangat hidupnya.
Sementara itu, Hamid pun selalu dirundung kegelisahan karena menahan beban rindunya pada Zaenab. Untuk menghapus kerinduannya, dia bekerja pada sebuah penginapan milik seorang syekh. Sambil bekerja, dia terus memperdalam ilmu agam islam dengan tekun.
Setelah setahun berada di Mekkah, Hamid bertemu dengan Saleh, seorang teman kampungnya yang akan melaksanakan ibadah Haji. Ketika itu Saleh menjadi tamu di penginapan tempat Hamid bekerja. Istri Saleh, Rosna adalah teman dekat Zaenab sehingga Hamid dapat mendengar kabar tentang Zaenab. Dari penuturan Saleh, dia mengatahui bahwa Zaenab pun mencintai dirinya. Sejak kepergiannya, gadis itu sering sakit-sakitan. Ia sangat menderita batin karena ia menanggung rindu kepadanya. Ia juga mengetahui bahwa gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya karena suatu alasan.
Mendengar penuturan Saleh, Hamid merasa sedih dan gembira. Dia sedih sebab Zaenab dalam keadaan menderita batin. Di lain pihak; ia gembira sebab gadis itu mencintai dirinya. Artinya, dia tidak bertepuk sebelah tangan. Selain itu, Zaenab akan menjadi miliknya karena gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan mamaknya. Setelah mengetahui kenyataan yang menggembirakan itu, Hamid memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya setelah ia menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, Saleh mengirim surat kepada istrinya yang isinya mengabarkan pertemuannya dengan Hamid. Ia menceritakan bahwa Hamid masih menantikan Zaenab, dan ia pun memberitahukan bahwa hamid akan pulang ke kampung halamannya bila mereka telah menunaikan ibadah haji.
Rosna memberikan surat dari Saleh kepada Zaenab. Ketika membaca surat itu, betapa gembiranya hati Zaenab. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan kekasih hatinya. Ia merasa tak sabar lagi menanti kedatangan kekasih hatinya. Segala kenangan indah bersama pemuda itu kembali menari-nari dalam pikirannya. Semua perasaannya itu ia ungkapkan melalui suratnya kepada Hamid.
Hamid menerima surat Zaenab dengan suka cita. Semangatnya untuk segera kembali ke kampung semakin mengegebu-gebu. Dia sangat merindukan kekasihnya. Itulah sebabnya, dia memaksakan diri untuk menunaikan ibadah haji sekalipun dalam keadaan sakit. Dia menjalankan setiap tahap yang wajib dilaksanakan untuk kesucian dan kemurnian ibadah haji dengan penuh semangat. Dalam keadaan sakit parah, ia tetap melaksanakan wukuf. Namun sepulang melakukan wukuf di Padang Arafah, kondisi tubuhnya semakin melemah.
Pada saat yang sama, Saleh mendapat kabar buruk dari istrinya bahwa Zaenab telah meninggal dunia. Ia tidak memberitahukan kepada hamid karena keadaan pemuda itu sangat sakit parah. Namun, Hamid mendesaknya untuk menceritakan surat tersebut.
Hati Hamid sangat terpukul mendengar kenyataan itu. Namun karena keimanannya kuat, dia mampu menerima kenyataan pahit itu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Keesokan harinya, dia tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Mina. Namun, dalam perjalanannya, dia terjatuh, sehingga Saleh mengupah orang Baduy untuk memapahnya.
Setelah acara di Mina, keduanya berangkat menuju Masjidil Haram. Ketika mereka selesai mengelilingi Ka’bah, Hamid minta diberhentikan di Kiswah. Sambil memegang Kiswah itu , ia mengucapkan.” Ya, Rabbi, ya Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang” beberapa kali. Suaranya semakin melemah dan akhirnya berhenti selama-lamanya. Hamid telah meninggal dunia di hadapan Ka’bah, rumah Allah, dan ia akan menuju kesana.

4. Komentar (Kelebihan & Kekurangan)
  • Kelebihan dari Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah : Terletak pada alurnya yang dapat membawa pembaca merasakan apa yang dirasakan Hamid dan Zainab.
  • Kekurangan dari Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah : Terletak pada bahasa yang digunakan. Karena bahasa yang digunakan yaitu antara bahasa minang-indonesia dan bahasa melayu.
5. Kesimpulan Amanah yang dapat kita ambil sangat banyak, misalnya harus mempunyai kesabaran dalam menghadapi persoalan hidup, mentaati kedua orang tua, tidak lebih cepat putus asa, dan masih banyak lagi ilmu yang terkandung di dalamnya.
Novel ini layak dibaca oleh kalangan anak remaja maupun dewasa, bahkan orang tua sekalipun, dikarenakan ceritanya menarik, menceritakan tentang romantisme dan kesabaran tingkat tinggi yang dapat membuat kita untuk menitikkan air mata.

6. Unsur Intrinsik & Unsur Ektrinsik
1. Tema
Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka ini betemakan percintaan, seperti kebanyakan novel populer lainnya.
2. Tokoh
  • Hamid
  • Zainab
  • Engku Haji Ja’far
  • Mak Asiah
  • Saleh
  • Rosna
- Mekkah (1927)
- Padang (masa anak-anak sampai remaja)
- Padang Panjang
- Madinah

3. Latar/setting
Amanat ==> Pesan yang ingin disampaikan penulis dalam novel ini yaitu segala sesuatu membutuhkan pengorbanan. Kita sebagai manusia boleh berencana, berharap dan berusaha semaksimal mungkin, namun Allah jugalah yang menentukan semua itu.
Alur ==> Alur yang digunakan dalam novel ini yaitu alur maju dan mundur.
Sudut pandang ==> Dalam menulis novel ini, penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.
Gaya penulisan ==> Dalam menulis novel Di Bawah Lindungan Ka’bah, Hamk menggunakan bahasa melayu.

Sumber :


 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com