Ada yang tau tentang “Remember When”? Pasti kalian yang suka baca novel sama doyan nonton film udah familiar sama judulnya. Kenapa? Karena Remember When adalah salah satu novel remaja populer karya Wina Effendi dan pada tanggal 16 Oktober 2014 kemaren film berjudul sama dengan novelnya ini mulai tayang di bioskop-bioskop. Ok pertama kita bahas tentang novelnya dulu deh...
![]() |
| Cover Novel Remember When |
Ngomong-ngomong soal novelnya sebenernya gue udah lama tau, kira-kira dua tiga tahunan yang lalu. Gue juga punya novelnya gara-gara dikasih kakak kelas gue pas SMA. Ngasihnya juga mendadak dan dilempar gitu aja pas di kantin sekolah hahahaha jahat bgt ya? Kata dia sih novelnya bagus, yaudah gue percaya aja dan mulai baca novel ini. Pokoknya novel ini nyeritain tentang empat orang anak SMA, dua cewe dan dua cowo. Tema yang diangkat tentang persahabatan dan cinta. Duuuh ABG banget kan? Sifat dan karakter mereka juga beda-beda. Yang pertama Moses, cowo pinter selalu jadi juara, perfeksionis, kaku, dan sulit untuk mengekspresikan diri, tapi walaupun kaya gitu Moses juga selalu memberikan perhatian ke orang yang dia sayang dengan caranya sendiri. Yang kedua ada Freya, Freya ini tipikal cewe yang jarang bergaul, cuma punya dua sahabat yaitu Erik dan Gia, kepinterannya satu tingkat di bawah Moses. Terus Adrian, cowo populer di sekolah, anak basket, ekspresif, dan idaman cewe-cewe banget. Dan yang ke-empat Gia, Gia itu cewe yang cewe banget, cantik, ceria, dan suka ngelukis. Jadi ceritanya, Moses dan Adrian itu janjian buat nembak cewe yang mereka suka. Moses nembak Freya dan Adrian nembak Gia. Setelah menyatakan dengan cara masing-masing, akhirnya diterima. Kalo dilihat dari karakter kedua pasangan ini sih mereka cocok banget ya, yang pinter sama yang pinter juga terus yang populer sama yang populer juga. Tapi setelah beberapa lama saling menjalani hubungan dengan pasangan masing-masing, berbagai masalah mulai berdatangan. Mulai dari meninggalnya Ibunda Adrian, rahasia yang disimpan Adrian dan Gia yang mulai diketahui oleh Freya dan Moses, dan hilangnya perasaan cinta kepada pasangan masing-masing. Jadi, kepada siapa akhir cinta masing-masing pasangan ini? Wajib baca dulu novelnya ya :p
Awalnya sih dapet info dari temen kalau Remember When bakal dibuat filmnya. Eh bener ajaaa. Setelah kesuksesan novelnya, dibuat juga versi filmnya yang diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh pria yang juga menggarap SLANK NGGAK ADA MATINYA, Fajar Bustomi. Film ini tayang tanggal 16 Oktober 2014. Belum sempet nonton siiih, tapi menurut Kapanlagi.com, film ini memiliki jalan cerita yang hampir sama dengan cerita di novelnya. Freya (Michelle Ziudith)menginginkan hidup yang baru, yang lebih seru, yang lebih warna-warni. Freya bosan dengan rutinitasnya yang begitu-begitu saja. Hubungannya bersama Moses (Miqdad Addausy) yang semula seru, kini terasa begitu menjemukan. Freya ingin seperti Gia (Stella Cornelia) dan Adrian (Maxime Bouttier), pasangan paling populer di sekolah.
Tidak jauh berbeda dengan Freya, Adrian sedang mengalami masalah yang sama. Adrian letih menghadapi Gia yang terlalu heboh. Adrian bosan bertengkar dengan Papa. Dan puncaknya Adrian tenggelam dalam duka berkepanjangan ketika Mama meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Freya dan Adrian saling menemukan. Meski masing-masing telah memiliki pacar, keduanya tidak bisa memungkiri bahwa kebersamaan mereka terasa sangat menyenangkan. Pelan tapi pasti, kebersamaan Freya dan Adrian mengubah semuanya. Gia marah. Moses terluka. Hubungan empat remaja ini menjadi berbeda.
Setelah lulus SMA, Freya melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan berupaya mengubur perasaannya ke Adrian. Di sisi lain, Adrian tetap melanjutkan hubungannya dengan Gia walaupun ia sadar hanya Freya yang ia cinta.
![]() |
| Cover Film Remember When |
Yah begitulah ulasan dari novel dan
film Remember When. Berhubung filmnya juga sudah tayang, kita bisa sandingkan versi
novel dan filmnya ;)
Bonus
Sinopsis Novel Remember When
Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta
akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Bagi kita, senja
selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya?
seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan
lelakiku.
Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang
harus kita isi.
Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu",
aku merasa senja tak lagi membaca cerita bahagia.
Mungkinkah kata-katamu itu ambigu?
Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
Aku mencintaimu,"
katamu. Mengertikah kau apa artinya?
Mengertikah kau kalau ktia tak pernah bisa berada dalam
cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.


0 komentar:
Posting Komentar